Home » Blog » Pernikahan Intimate Masjid Agung Divvy & Fariq, Super Manis!
pernikahan intimate masjid agung
Blog

Pernikahan Intimate Masjid Agung Divvy & Fariq, Super Manis!

Di tengah maraknya pesta megah dan resepsi serba glamor, kisah pernikahan intimate masjid agung milik Divvy dan Fariq menjadi angin segar yang menyentuh banyak hati. Mengusung konsep sederhana namun sarat kehangatan, keduanya memilih Masjid Agung sebagai pusat seluruh rangkaian akad dan selebrasi kecil yang hanya dihadiri orang terdekat. Bukan sekadar soal menghemat anggaran, keputusan ini lahir dari keinginan kuat untuk menjadikan momen sakral itu terasa khusyuk, hangat, dan benar benar personal.

Mengapa Memilih Pernikahan Intimate Masjid Agung

Keputusan Divvy dan Fariq untuk menggelar pernikahan intimate masjid agung berangkat dari keinginan mereka menjadikan pernikahan sebagai ibadah yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk. Masjid Agung yang mereka pilih bukan hanya ikon kota, tetapi juga tempat yang punya sejarah emosional bagi keluarga besar kedua mempelai. Di sinilah beberapa anggota keluarga mereka dulu menikah dan mengadakan pengajian keluarga.

Suasana masjid yang megah namun menenteramkan memberikan latar yang kuat untuk akad nikah yang khusyuk. Kubah tinggi, kaligrafi yang menghiasi dinding, serta cahaya alami yang masuk dari jendela besar menciptakan atmosfer yang tidak bisa digantikan ballroom mana pun. Bagi Divvy dan Fariq, keindahan spiritual ini jauh lebih berarti dibanding dekorasi berlapis yang sering kali hanya memuaskan mata, tetapi tidak selalu menyentuh hati.

“Kadang yang kita butuhkan dari sebuah pernikahan bukan keramaian, melainkan ruang tenang untuk benar benar menyadari bahwa hidup baru sedang dimulai.”

Persiapan Matang di Balik Konsep Sederhana

Meski tampak sederhana, pernikahan ini tidak lepas dari persiapan yang terencana dengan baik. Konsep intimate justru menuntut ketelitian ekstra, karena setiap detail akan lebih terlihat dan lebih terasa oleh tamu yang hadir. Divvy dan Fariq menyusun persiapan dengan timeline yang rapi, dimulai dari perizinan, dekorasi, hingga rundown acara yang disesuaikan dengan jadwal ibadah di masjid.

Detail Look Pernikahan Ranty Maria Mewah bak Putri Dongeng

Mereka melibatkan keluarga sejak awal, terutama dalam urusan koordinasi dengan pengurus masjid. Diskusi intensif dilakukan untuk memastikan penggunaan ruang tidak mengganggu jamaah lain, serta tetap menjaga kesakralan area ibadah. Hal ini menunjukkan bahwa pernikahan di masjid bukan sekadar memindahkan lokasi akad, tetapi juga menuntut rasa hormat terhadap aturan dan tradisi yang berlaku di rumah ibadah.

Mengurus Izin Pernikahan Intimate Masjid Agung

Salah satu bagian terpenting dalam merencanakan pernikahan intimate masjid agung adalah mengurus perizinan resmi. Pengurus masjid biasanya memiliki prosedur jelas terkait penggunaan area utama, waktu pelaksanaan, serta kapasitas tamu yang diizinkan. Divvy dan Fariq memulai proses ini beberapa bulan sebelum hari H, mengajukan surat permohonan tertulis yang dilengkapi data diri, jadwal acara, dan estimasi jumlah tamu.

Pertemuan langsung dengan pengurus masjid menjadi momen untuk menyelaraskan ekspektasi. Mereka menyepakati bahwa akad dilakukan di area utama masjid dengan durasi tertentu, sementara sesi foto dan perayaan kecil dialihkan ke area serambi agar tidak mengganggu aktivitas ibadah. Pengaturan ini menjadikan acara tetap tertib, terhormat, dan nyaman untuk semua pihak.

Sentuhan Dekorasi Lembut di Ruang Ibadah

Dekorasi menjadi tantangan tersendiri dalam pernikahan intimate masjid agung. Di satu sisi, mempelai tentu ingin menghadirkan suasana manis dan romantis. Di sisi lain, ruang masjid yang sudah indah dengan arsitektur islami tidak memerlukan banyak tambahan, bahkan bisa terasa berlebihan jika dihias terlalu ramai. Di sinilah Divvy dan Fariq menunjukkan kecermatan mereka.

Mereka memilih palet warna lembut seperti putih, krem, dan hijau sage yang berpadu harmonis dengan interior masjid. Dekorasi dibuat minimalis, fokus pada area pelaminan akad dan jalur masuk mempelai. Alih alih backdrop besar yang menutupi dinding, mereka memanfaatkan keindahan asli masjid sebagai latar, hanya menambahkan rangkaian bunga segar dan kain tipis yang jatuh ringan sebagai aksen.

4 Drama Korea On Going Terbaru Rating Melejit 2024

Bunga dan Detail Manis Pernikahan Intimate Masjid Agung

Untuk mempertegas nuansa pernikahan intimate masjid agung, bunga bunga yang dipilih pun tidak berlebihan. Rangkaian mawar putih, eucalyptus, dan baby’s breath menjadi kombinasi utama yang disusun dalam vas kaca bening dan rangkaian standing flower kecil. Penataan bunga dibuat rendah dan tidak menutupi ornamen masjid, menjaga pandangan tetap lapang.

Detail kecil seperti sajadah khusus untuk mempelai, tasbih cantik di meja akad, dan buku doa berdesain serasi menambah kesan hangat. Kursi tamu dibalut kain sederhana dengan pita kecil di bagian belakang, tanpa elemen mencolok. Semua tampak selaras, seolah menyatu dengan ruangan, bukan memaksakan kehadiran dekorasi baru yang menguasai tempat.

Akad Penuh Haru di Bawah Kubah Masjid Agung

Momen inti dari pernikahan ini tentu saja akad nikah. Di bawah kubah Masjid Agung yang megah, suasana hening tercipta ketika penghulu mulai membacakan khutbah nikah. Jumlah tamu yang terbatas membuat suasana terasa jauh lebih intim. Setiap getar suara, setiap helaan napas, dan setiap air mata haru seolah lebih dekat dan lebih nyata.

Divvy duduk anggun mengenakan kebaya putih dengan detail renda halus dan veil tipis yang menjuntai lembut. Fariq tampil rapi dengan setelan putih gading dan peci yang senada. Ketika ijab kabul diucapkan, suara Fariq terdengar tegas, diikuti jawaban saksi yang mantap. Dalam hitungan detik, status hidup mereka berubah, dan ruang masjid seakan dipenuhi rasa syukur yang tidak terucap.

Momen Foto Setelah Pernikahan Intimate Masjid Agung

Usai akad, sesi foto menjadi bagian yang tidak kalah dinanti. Fotografer memanfaatkan cahaya alami yang masuk dari jendela tinggi Masjid Agung, menghasilkan potret potret lembut yang terasa autentik. Pernikahan intimate masjid agung ini memberikan keleluasaan bagi fotografer untuk menangkap ekspresi jujur para tamu, tanpa harus berebut ruang dengan kerumunan besar.

3 Idol K-Pop Generasi 2 Menikah, Satu Baru di 2026!

Foto keluarga dilakukan secara bergantian dengan tertib. Tidak ada teriakan atau panggilan berulang, karena jumlah tamu memang terbatas dan semua sudah diatur dalam urutan. Beberapa foto candid memperlihatkan senyum malu Divvy, tatapan hangat Fariq pada istrinya, serta pelukan hangat orang tua yang tampak begitu lega. Setiap gambar terasa bercerita, bukan sekadar pose formal di depan pelaminan.

“Intimate bukan berarti sepi, tetapi memberi ruang bagi setiap momen kecil untuk benar benar terlihat dan diingat.”

Resepsi Kecil yang Hangat di Area Serambi Masjid

Alih alih menggelar resepsi besar di gedung terpisah, Divvy dan Fariq memilih mengadakan jamuan sederhana di area serambi Masjid Agung. Konsepnya lebih mirip jamuan keluarga besar yang hangat, dengan meja meja bundar berukuran sedang dan hidangan yang disajikan secara buffet. Suasana terasa santai, tanpa protokol rumit yang sering kali membuat mempelai kelelahan.

Para tamu bisa dengan leluasa menyapa dan berbincang dengan pasangan pengantin. Tidak ada antrean panjang untuk sekadar bersalaman, karena jumlah undangan memang dibatasi sejak awal. Inilah salah satu kelebihan pernikahan intimate masjid agung seperti milik Divvy dan Fariq, yaitu terciptanya interaksi yang lebih berkualitas antara mempelai dan tamu.

Menu dan Jamuan di Pernikahan Intimate Masjid Agung

Pilihan menu pun mencerminkan konsep intimate. Alih alih menampilkan deretan makanan berpuluh jenis, mereka fokus pada beberapa hidangan favorit keluarga yang sudah teruji kelezatannya. Ada nasi kebuli dengan daging empuk, sate ayam, sup bening, dan beberapa pilihan kudapan tradisional seperti pastel, risoles, dan kue lapis.

Minuman disajikan dalam dispenser besar dan gelas kaca, bukan dalam bentuk kemasan sekali pakai, untuk mengurangi sampah. Di salah satu sudut, terdapat meja kecil berisi teh hangat dan kopi yang diseduh langsung, memberikan suasana seperti jamuan di rumah sendiri. Para tamu tampak menikmati obrolan santai sambil menyantap hidangan, tanpa tergesa gesa.

Busana Pengantin yang Anggun dan Tetap Syari

Pernikahan di masjid menuntut penyesuaian busana agar tetap sopan dan menghormati aturan berpakaian di rumah ibadah. Divvy memilih kebaya panjang dengan rok lebar yang jatuh anggun, tanpa potongan ketat. Lengan panjang dan kerah tertutup memberikan siluet yang elegan. Veil panjang berwarna senada menambah kesan sakral, tanpa taburan payet berlebihan.

Fariq mengenakan setelan jas dengan warna lembut yang serasi dengan busana Divvy. Detail kecil seperti bros di saku jas dan boutonniere bunga putih membuat tampilannya tetap rapi dan formal. Keduanya menunjukkan bahwa busana pengantin yang syari tidak berarti kaku, justru bisa terlihat sangat menawan ketika dipadukan dengan warna dan potongan yang tepat.

Padu Padan Riasan di Pernikahan Intimate Masjid Agung

Riasan Divvy menyesuaikan konsep pernikahan intimate masjid agung yang lembut dan manis. Makeup dibuat natural dengan fokus pada kulit yang tampak sehat, mata yang sedikit ditegaskan, dan bibir berwarna lembut. Tidak ada kontur berlebihan atau warna mencolok, sehingga ekspresi wajahnya tetap terlihat segar dan tidak berubah drastis.

Tata rambut tertutup sempurna oleh hijab dan veil, namun tetap diberi sentuhan cantik melalui pemilihan bahan dan cara penataan hijab yang rapi. Aksesoris kepala berupa tiara kecil atau sisir bunga sederhana menjadi pemanis, bukan pusat perhatian. Keseluruhan tampilan menjadikan Divvy sebagai pengantin yang anggun, sopan, dan bersinar dengan caranya sendiri.

Kelebihan Konsep Intimate di Masjid Agung

Pernikahan intimate masjid agung seperti yang dijalani Divvy dan Fariq menunjukkan banyak kelebihan yang sering kali luput dari perhatian. Dari sisi emosional, momen pernikahan terasa lebih dekat dan personal. Mempelai tidak hanya menjadi “tuan rumah yang sibuk berdiri di pelaminan”, tetapi benar benar hadir dan menikmati setiap detik acara.

Dari sisi spiritual, suasana masjid membantu menjaga fokus pada esensi pernikahan sebagai ibadah dan perjanjian suci. Doa doa yang dipanjatkan terasa lebih khusyuk, dan nuansa religiusnya menyatu dengan seluruh rangkaian acara. Sementara dari sisi praktis, konsep intimate memungkinkan pengelolaan anggaran yang lebih efisien tanpa mengurangi nilai kebahagiaan yang dirasakan.

Konsep ini mungkin tidak cocok bagi semua orang, tetapi kisah Divvy dan Fariq membuktikan bahwa pernikahan yang manis dan berkesan tidak selalu identik dengan pesta besar. Terkadang, justru dalam lingkaran kecil dan ruang yang tenang, cinta bisa dirayakan dengan cara yang paling tulus.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *