Lebaran sering jadi momen berkumpul keluarga, dan maraton film korea di netflix kini jadi salah satu tradisi baru yang banyak dipilih. Di tengah suasana silaturahmi, ketupat, dan obrolan santai sampai larut malam, tontonan yang menyentuh hati sekaligus mengundang tawa terasa pas untuk dinikmati bersama. Platform ini menyimpan banyak pilihan judul yang bisa membuat penonton bergantian tertawa, terharu, lalu diam merenung dalam satu malam.
Di tengah padatnya katalog, memilih judul yang cocok untuk ditonton bareng keluarga kadang justru membingungkan. Ada yang ingin cerita romantis, sementara yang lain lebih suka aksi atau kisah keluarga yang hangat. Karena itu, tujuh film yang dibahas berikut ini dipilih dengan mempertimbangkan suasana Lebaran yang identik dengan pulang kampung, maaf memaafkan, serta waktu kebersamaan yang terasa lebih dekat.
>
Film Korea yang tepat di hari Lebaran seringkali seperti cermin; kita tertawa melihat tingkah tokohnya, lalu pelan pelan menyadari betapa miripnya keluarga di layar dengan keluarga sendiri.
1. โ20th Century Girlโ Luluh Lantakkan Nostalgia Remaja
Film ini cocok untuk ditonton setelah salat Id saat rumah mulai ramai dan suara obrolan memenuhi ruang tamu. โ20th Century Girlโ membawa penonton kembali ke akhir 1990 an dengan nuansa kaset video, pager, dan seragam sekolah yang sederhana. Nuansanya lembut, penuh warna pastel, dan bertumpu pada rasa pertama jatuh cinta yang malu malu.
Cerita berpusat pada seorang siswi SMA yang diminta memata matai cowok pujaan sahabatnya. Dari niat membantu, perlahan tumbuh perasaan yang rumit dan tidak terduga. Alur yang ringan di awal justru membuat bagian menjelang akhir terasa menghantam lebih keras, membuat banyak penonton tak kuasa menahan air mata.
Nuansa persahabatan dan pengorbanan membuat film ini pas dinikmati beramai ramai dengan saudara sepupu. Para orang dewasa bisa tersenyum mengingat masa putih abu abu, sementara generasi muda merasa dekat dengan karakter karakter di dalamnya. Ketika Lebaran identik dengan mengenang masa kecil, film ini memperkuat nuansa itu dengan cara yang manis sekaligus perih.
2. โExtreme Jobโ Tawa Lebaran di Tengah Ayam Goreng dan Aksi Polisi
Lebaran sering diwarnai kebersamaan di meja makan, dan di sinilah โExtreme Jobโ menemukan momentumnya. Film komedi aksi ini bercerita tentang sekelompok detektif yang menyamar dengan membuka restoran ayam goreng demi membongkar jaringan narkoba. Penyamarannya kelewat sukses sampai mereka kebanjiran pelanggan dan lupa sedang bertugas.
Humor dalam film ini mengalir cepat, banyak bertumpu pada tingkah polos para detektif dan kesialan yang berulang ulang. Aksi kejar kejaran dan adegan perkelahian tetap ada, tetapi dikemas ringan sehingga tetap nyaman ditonton bersama keluarga. Bahkan yang biasanya tidak betah menonton film aksi, bisa ikut terhibur karena dialognya penuh kelucuan.
Menonton ini setelah makan ketupat dan opor bisa memunculkan rasa lapar kedua karena tampilan ayam gorengnya begitu menggoda. Namun di balik tawa, terselip tema kerja sama tim, kepercayaan, dan keinginan untuk membuktikan diri. Lebaran yang lekat dengan saling mendukung dan menguatkan terasa tercermin pada perjalanan para detektif yang dianggap remeh, namun perlahan menunjukkan kapasitas mereka.
3. โTune in for Loveโ Romansa Penuh Hening untuk Malam Lebaran
Bagi yang mencari tontonan lebih tenang, โTune in for Loveโ menawarkan cerita cinta yang mengalir pelan. Kisahnya berlangsung dari akhir 1990 an hingga awal 2000 an, mengikuti dua anak muda yang berkali kali bertemu dan berpisah di berbagai fase hidup. Radio menjadi penghubung suasana, menghadirkan lagu lagu yang mempertebal nuansa sendu.
Film ini sarat momen hening, tatapan yang tertahan, dan dialog pendek yang penuh arti. Alurnya mungkin terasa lambat bagi penonton yang terbiasa dengan konflik besar, tetapi di situlah kekuatan film ini. Penonton diajak merasakan waktu yang melambat bersama kedua tokohnya, seolah ikut menunggu kesempatan yang tak kunjung sinkron.
Malam Lebaran, ketika suasana rumah mulai sepi dan hanya tinggal beberapa orang terjaga, film seperti ini terasa lebih mengena. Ceritanya mengingatkan bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana, namun pertemuan kembali selalu mungkin terjadi. Di tengah tema saling memaafkan, film ini terasa pas untuk mengajak penonton merenungkan hubungan yang sempat renggang lalu berusaha dirajut kembali.
4. โThe Callโ Ketegangan Misterius di Tengah Libur Panjang
Tidak semua orang ingin tontonan manis saat Lebaran, sebagian justru mencari sensasi tegang yang memicu adrenalin. โThe Callโ hadir dengan atmosfer gelap yang kontras dengan cerahnya suasana hari raya. Ceritanya mengisahkan dua perempuan yang tinggal di rumah yang sama, namun berada di waktu berbeda, dan berkomunikasi melalui sebuah telepon tua.
Keputusan yang diambil salah satu tokoh di masa lalu perlahan mengubah kehidupan di masa kini, menimbulkan efek berantai yang semakin menyesakkan. Penonton diajak menebak nebak, sambil menyaksikan bagaimana rasa bersalah, dendam, dan keputusasaan mendorong seseorang melakukan hal hal tak terduga. Ini bukan film untuk yang mudah kaget, karena beberapa adegannya cukup intens.
Walau terasa jauh dari nuansa Lebaran, tontonan seperti ini justru cocok untuk mengimbangi rangkaian hari yang penuh acara. Setelah seharian berkunjung dan bersalaman, menonton film penuh ketegangan dapat menjadi cara melepas penat. Suasana rumah yang mulai redup di malam hari membuat efek menyeramkan film ini terasa lebih kuat, terlebih jika ditonton bersama sambil saling komentari alur ceritanya.
5. โSpace Sweepersโ Petualangan Luar Angkasa yang Tetap Hangat
Bila keluarga menyukai tontonan keluarga dengan skala besar, โSpace Sweepersโ bisa jadi pilihan menarik. Film fiksi ilmiah ini menyajikan visual ruang angkasa yang megah, kapal kapal yang lusuh, dan teknologi masa depan yang tidak selalu bersih dari masalah. Di tengah semua elemen futuristik, inti ceritanya justru berputar pada rasa kehilangan, ikatan semu yang berubah menjadi keluarga, serta keinginan melindungi.
Tokoh tokohnya bukan pahlawan sempurna, melainkan orang orang pinggiran yang bekerja mengumpulkan sampah luar angkasa untuk bertahan hidup. Kehadiran seorang anak kecil misterius mengubah arah hidup mereka dan memaksa semua tokoh menghadapi masa lalu masing masing. Di tengah aksi dan ledakan, terselip momen momen lembut yang menyinggung soal pilihan, pengorbanan, dan arti rumah.
Film ini cocok jadi tontonan di hari kedua atau ketiga Lebaran ketika suasana mulai santai. Anak anak bisa menikmati aksi dan efek visual, sementara orang dewasa menangkap tema kehangatan keluarga yang tak selalu terbentuk karena darah. Momen duduk melingkar di depan televisi sambil menikmati petualangan luar angkasa dapat menjadi kenangan kolektif baru di antara foto foto Lebaran yang biasanya monoton.
6. โThe Brosโ Kocak Tapi Menyentuh soal Pulang Kampung dan Keluarga
Lebaran identik dengan mudik dan pertemuan keluarga besar, dan โThe Brosโ menangkap suasana itu dalam balutan komedi yang menggelitik. Ceritanya mengikuti dua saudara laki laki yang harus pulang ke kampung halaman karena kabar duka. Dalam perjalanan, mereka bertemu seorang perempuan misterius yang kemudian mengungkap rahasia keluarga yang selama ini tersembunyi.
Humornya sering kali muncul dari perbedaan karakter kedua saudara. Satunya kaku dan penuh perhitungan, satunya lagi lebih santai dan ceroboh. Namun di balik lelucon dan kekacauan yang terjadi, terselip rasa rindu pada kampung halaman dan orang tua yang tak selalu sempat dibalas jasanya. Penonton diajak tertawa, tetapi perlahan dibuat merenungkan hal hal yang belum sempat mereka ucapkan pada keluarga sendiri.
Tontonan seperti ini sangat cocok disetel saat saudara sepupu berkumpul di ruang tengah. Banyak adegan yang terasa akrab bagi keluarga Indonesia, mulai dari rebutan warisan, komentar pedas bibi, sampai kebiasaan menyimpan rahasia demi menjaga keharmonisan. Di hari raya ketika semua orang berusaha saling memaafkan, film ini bisa menjadi cara halus untuk mengingatkan pentingnya bicara jujur sebelum terlambat.
>
Kadang kita baru mengerti rumitnya sebuah keluarga justru ketika tertawa melihat keluarga orang lain di layar kaca.
7. โThe Witch: Part 1. The Subversionโ Aksi Intens untuk Malam Lebaran Terakhir
Saat menjelang akhir libur Lebaran, biasanya suasana mulai bergeser dari ramai menjadi tenang. Bagi yang ingin menutup rangkaian libur dengan sesuatu yang lebih keras dan menegangkan, โThe Witch: Part 1. The Subversionโ menawarkan kombinasi misteri, aksi, dan kekuatan super. Tokoh utamanya adalah seorang gadis remaja yang tampak biasa saja, namun menyimpan masa lalu kelam sebagai subjek eksperimen.
Alur cerita dibangun perlahan, diawali dengan kehidupan sederhana gadis itu di pedesaan, lalu pelan pelan mengungkap bahwa ada banyak pihak yang memburunya. Begitu konflik memuncak, film ini berubah menjadi rangkaian aksi brutal dan penuh energi. Namun di balik itu, ada tema tentang identitas, pilihan, dan keinginan untuk lepas dari masa lalu yang menjerat.
Film ini mungkin lebih cocok ditonton bersama kerabat yang sudah dewasa karena beberapa adegannya cukup keras. Bagi penonton yang terbiasa dengan tontonan ringan selama beberapa hari, pergeseran ke cerita aksi gelap di akhir libur bisa terasa menyegarkan. Ada kepuasan tersendiri ketika libur panjang ditutup dengan film yang meninggalkan banyak tanya, sekaligus memancing diskusi seru setelahnya.
Menyusun Maraton Tontonan Selama Lebaran
Memilih urutan menonton tujuh film ini bisa menambah seru suasana Lebaran di rumah. Hari pertama bisa diawali dengan cerita ringan penuh nostalgia, lalu beralih ke komedi dan romansa di malam harinya. Hari berikutnya dapat diisi dengan tontonan yang lebih menegangkan atau sarat aksi, menyesuaikan mood keluarga yang mulai pulih setelah rangkaian kunjungan.
Yang menarik, ketujuh film ini menghadirkan spektrum emosi yang cukup lengkap. Ada tawa lepas, tangis tertahan, rasa hangat ketika melihat keluarga layar kaca, sampai degup kencang akibat ketegangan. Di tengah tradisi lama seperti sungkem dan makan bersama, tradisi baru berupa maraton film Korea terasa tidak berlebihan untuk disisipkan. Lebaran pun menjadi bukan hanya tentang kembali ke kampung halaman, tapi juga tentang kembali saling mengenal lewat cerita cerita di layar.
Comment